Aster in Your Heart (7)

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (6)


***

Aku memandangi Aster merah jambu yang ada di meja kamar. Sudah satu minggu ini aster itu menjadi saksi bisu perjanjian bodohku dengan Aldo. Aku berusaha merawatnya dengan baik. Aku tak ingin bunga ini cepat layu karena itu berarti peluangku untuk memiliki hati Aldo akan berakhir.

Menurut beberapa artikel yang kubaca, aster membutuhkan 3-5 persen sukrosa. Artinya, aku harus melarutkan 3-5 gram gula pasir kedalam 100 mili air dan merendam aster itu di dalamnya. Sebenarnya ada juga zat lain yang bisa membuat aster lebih awet seperti Florissant dan Chrysal AVB. Sayang, Aldo belum mengijinkanku keluar jauh. Terus terang saja, aku memang tidak terlalu tahu daerah tempat tinggalku sekarang ini.

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 tandanya Aldo akan segera pulang dari kantor. Aku mempersiapkan makan malam untuknya. Sehari setelah pindah, Aldo langsung mendapat pekerjaan dan dia selalu sibuk saat malam tiba.

***

Kupandanginya saat di meja makan, Aldo selalu terlihat tegas dan dingin. Ya, dia masih dingin padaku. Dia tidak pernah memuji ataupun protes terhadap masakanku. Aku jadi bingung sendiri, harus bagaimana aku ini? Bagaimana caranya agar Aldo memperhatikanku? Mencintaiku?

Waktu menunjukkan pukul 21.30 tapi Aldo masih saja berkutat di depan laptopnya. Jangankan menyapa, melirikku saja tidak dilakukannya. Padahal malam ini aku telah memakai lingerie baru yang kubeli lewat onlineshop untuk menarik perhatiannya. Lagi-lagi karena tips dari artikel di internet yang mengatakan bahwa sesekali menggoda suami dengan pakaian seksi tak masalah. Kalau boleh jujur, aku sama sekali tidak suka dengan pakaian ini. Ini terlalu tipis, aku bisa mati kedinginan jika semalaman tidur memakai pakaian ini.

Pixabay

Aku berjalan mendekatinya, aku bosan karena hanya bisa melihatnya dari ranjang.

"Al, apa kamu tidak ngantuk?" tanyaku setengah berbisik ditelinganya dengan nada sedikit menggoda. Duh aku jadi geli begini mendengar suaraku.

Aldo membalikkan badannya. Dia memandangiku dari ujung rambut hingga ujung kaki. Yes, sepertinya kali ini aku berhasil merebut perhatiannya!

"Apa-apan kau ini?! Tidur saja jika sudah ngantuk. Aku masih banyak pekerjaan!" ucap Aldo ketus.

Aku hanya bisa merengut mendengar ucapannya.

"Apa kamu sudah tidak punya baju? Kenakan baju yang lain, aku tidak suka melihat pakaianmu itu!" ucap Aldo lagi.

Huh! Sia-sia sudah. Aku memakai pakaian ini untukmu, Al? Tidakkah kau memperhatikannya? Tidak inginkah kau menyentuhku walau hanya sekali saja? Aku kembali berjalan ke ranjang. Aku membantingkan diri, aku tak ingin ganti baju. Aku tak peduli walau nanti aku mati kedinginan. Aldo benar-benar menyebalkan!

You Might Also Like

2 komentar

  1. waduh.. harus baca eps sebelumnya nih..

    aldooo... apa yg kamu lakukan padaku itu jahat...xixixi

    BalasHapus

Call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com

IBX58B3FC10AF930