Ya, Sudah Kelihatan!

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....


“Apaan?”


“Hilal Hari Rayanya dong!” 

“Ah itu. Biasanya nunggu tanggal 28 atau 29 Ramadhan. Baru itu bisa kelihatan!”

“Alah! Ini juga udah kelihatan!”

“Ini baru mau tanggal 20 lho!”

“Justru itu! Tanggal segini malah lebih kelihatan. Itu mall sudah penuh dan barisan solat semakin maju. Inilah hilal hari raya!”

Ya, Sudah Kelihatan! Cara melihat hilal lebaran sekarang lebih mudah. Yaitu, lihat saja pusat perbelanjaan. Tujuannya tak lain tak bukan untuk membeli keperluan hari raya. Mereka berbondong-bondong membelanjakan THR, tunjangan hari raya. Iya kalau dapat. Bagaimana jika tidak? Seperti pedagang kecil yang malahan memberikan hadiah kepada pelangganannya.

Pixabay
Seorang pedagang sayur pernah bercerita (Dalam mode terbatas atau obrolan keluarga) bahwa dia membagikan bonus belanja sebesar lima puluh ribu rupiah selama bulan Ramadhan. Jika si A hari ini gratis belanja 50 ribu, besok gantian si B yang dapat belanja gratis, begitu seterusnya sampai berputar pada pelanggannya.

Apa yang diberikan belanja ini orang tak punya?

Tidak. Justru mereka orang yang cukup. Pedagang sayur ini mangkalnya di daerah perumahan yang lumayan berada. Yang belanja tentu saja berbagai jenis orang. Baginya, asal dia biasa beli ya THR berhak atasnya. Dia hanya ingin mengucapkan terima kasih karena selama berdagang mereka membeli daganganya. Walaupun ada yang hutang, dia ikhlas. Dari keikhlasannya itu dia dibalas dengan lebih baik seperti tempat dagang gratis tanpa sewa. Bukankah Tuhan Maha Baik?

Si Ocong

THR milikmu, hakmu, tapi sudahkah kalian menyisihkannya untuk orang lain?!

You Might Also Like

2 komentar

  1. nah iya mba, Di komplek sekarang saya juga merasakan fenomena ini. Tukang sayur, tukang baju yang bias akeliling malah bagi2 THR. Meski ga ikutan ngambil saya jadi sempat mikir "Bukannya keuntungan mereka juga segitu2 aja lah malah ngasih THR ke pembelinya.:

    Tapi begitulah, untuk bersedekah selalu ada keajaiban di belakangnya... Semga berkah buat mereka yang selalu ingat untuk berbagi,

    BalasHapus
  2. Wah, baik banget tukang sayurnya. Jarang ada yang seperti itu sepertinya :)

    BalasHapus

Call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com

IBX58B3FC10AF930