Kenyataannya

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Maaf lahir batin semua! Sudah 17 hari sih, tapi enggak ada salahnya kita saling bermaafan kan?!

Well, setelah muasin diri di dunia nyata, akhirnya saya balik ke dunia maya. Tidak mau muluk-muluk, semoga saya bisa lanjutin cerita Aster in Your Heart, cerita kehidupan penikahan Aldo dan Fara.

Saya belum menikah dan alhamdulillahnya saat lebaran kemarin hanya ada satu pertanyaan yang datang tentang pernikahan. Itu juga enggak nuntut apalagi koar-koar harus nikah atau buru-buru bahkan ngehakimi. Kalau jodoh belum terlihat hilalnya, sebaiknya lebih memantaskan dan memperbaiki diri saja.

Pixabay
Itu menurut saya yang sayangnya menurut teman seangkatan jaman sekolah beda. Baginya, idealnya seorang perempuan untuk menikah itu usia 25 tahun. Punya anak juga pas. Jadi usia 30 sudah bisa santai, mungkin stop untuk hamil karena sudah punya dua anak.

Tak ada yang salah dengan pemikiran seperti itu. Dulu saat saya masih awal 20-an juga berpikir begitu. Punya anak di usia muda dan ketika tua mereka sudah dewasa, enggak mikir lagi biaya pendidikan mereka.

Begitu teorinya. Kenyataannya hidup tak semudah dalam angan. Ada hal-hal di luar kuasa kita. Teori lebih mudah dari praktek lapangan.

Bagi saya, apa pun pilihanmu, mau nikah muda atau nunggu S3 bahkan nunggu yang dicinta menjanda, itu terserah kalian. Itu hak asasi dan orang lain tak berhak mengatur itu. Hanya saja, jangan karena kamu sudah menikah lalu seenak hati 'ngatain' yang belum bertemu jodohnya. Jika tak bisa mencarikan, bantulah dengan doa. Begitulah!

You Might Also Like

3 komentar

  1. Hai.. Wah, benar-benar ngga menyehatkan ya pertanyaan kapan nikah di tempat umum. Bagi yang lagi deg-degan karena deadline tentu baru mangap aja orang yang nanya begitu udah reseh.

    BalasHapus
  2. Benar,bantu dengan doa ..hihihih

    jangan nyir nyirin :)

    BalasHapus

Call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com

IBX58B3FC10AF930