Pakai Motor Matic, Kenapa Tidak?

09.00

Bismillaahrrahmaanirrahiim....

Masuk SMA adalah pertama kalinya saya belajar naik motor. Katanya, usia segitu dianggap sudah lumayan cukup lah untuk mengendarai sepeda motor. Tapi tidak serta merta saya langsung jeng-jeng wira-wiri dengan motor. Masih lihat situasi dan kondisi dulu lah.

Ketika belajar saya menggunakan motor butut Bapak. Motor dengan perseneling sampai sempat jatuh pula. Kadang malah lupa ngurangi sampai motor berjalan lambat seperti banyak beban. Sering saya lihat teman-teman dengan gampangnya pakai matic. Kalau menurut saya sih aneh banget. Tapi, Pakai Motor Matic, Kenapa Tidak? Apa yang salah?

Pixabay


Tidak ada salahnya sama sekali. Hanya kebiasaan saja yang membuat saya merasa aneh. Belajar di awal pakai motor dengan perseneling, lalu mau nyobain matic itu aneh. Seperti ada yang kurang saja. Kaki biasa ikutan gerak buat injak rem, eh pakai matic jadi diam saja.

Masuk dunia kerja, teman saya sempatmau ngajarin buat pakai motor matic kantor. Tujuannya agar saya bisa gantian keluar kalau dia lagi ada tugas dalam. Tapi sayanya masih ngeri sendiri dengan yang namanya motor cewek jenis matic. Sampai akhirnya saya pindah ke tempat kerja lain dan dengan terpaksa pakai motor matic.

Naik motor matic bukan pertama kali. Tapi nyupirin sendiri baru sekali itu. Awalnya takut-takut, tapi coba santai saja. Pas mau berhenti agak lama ngeremnya sampai mau jatuh. Saya tertawa saja, lha kok ya sampai begini naik motornya.

Setelah saat itu saya mulai berdamai dengan motor matic. Kalau tidak ada motor lain, hayuk naikin saja itu matic. Bonceng orang lain boleh lah meski ngendarainya halus banget kaya Oli Motor dan bensinnya mau habis. Mungkin orang jalan kaki lebih cepat daripada saya yang naik motor matic, hehehe.

Beberapa waktu berlalu akhirnya Kakak Ipar beli motor jenis matic pesanan dari anaknya yang kecil. Alasannya sih biar dia bisa bediri di depan saat naik motor. Iya sih, pakai matic memang memudahkan saat menyimpan barang di depan. Saat pakai rok bisa tetap rapi tanpa banyak terangkat. Berkat motor baru ini saya beberapa kali nyobain nyetir dengan jarak jauh. Alhamdulillah akhirnya nyaman juga pakai motor matic.

Bicara motor matic terus terang menurut saya perawatannya sedikit beda dari motor biasa. Dari bannya kadang ada yang biasa kadang ada yang tubles. Lalu karetnya yang kadang mudah panas saat diajak menajak hingga berbau seperti terbakar. Belum lagi bensinnya yang lebih banyak. Dan tidak lupa Oli Motor Matic yang kadang boros.

Ada tidak ya Oli Motor Terbaik yang spesialis mendinginkan mesin?

Waktu Kakak Ipar nyervisin motor maticnya, ngobrol-ngobrol tuh buat ganti oli. Dari pegawai servisnya nyaranin pelumas Federal Matic 2x Revolusi Dingin. Kelebihannya tuh 2x Lebih Efektif, 2x Lebih Kencang, 2x Lebih Bandel.



Federal Matic melumaskan mesin lebih maksimal menjadikan tiap komponen terlindungi dengan baik. Saat komponen terlindung, kinerja mesin lebih ringan, tarikan enteng karena olinya dingin. Bensin pun jatuhnya lebih irit. Olinya juga enggak mudah berkurang dan gantinya disesuaikan jadwal yang direkomendasikan.

Apa sih yang membuat Federal Matic ini lebih mendinginkan mesin?

Dalam Federal Matic ada yang namanya Heat Protection Formula, merupakan paduan spesial Viscoelastic Molecules (ningkatin akselerasi serta ketahanan mesin), Active Moly (lindungi gesekan antarkomponen mesin dan jaga suhu mesin tetap dingin) serta Double Act Cleaner yang membersihkan kotoran diseluruh permukaan komponen mesin membuat kinerja mesin lebih optimal.

Nah, saat mesin motor terjaga dengan baik, mau pakai pun kita enggak perlu was-was lagi. Jangan lupa jaga keselamatan saat berkendara. Tetap nyaman, aman sampai tujuan!

You Might Also Like

8 comments