Hadiah Jalan-Jalan Ke Bali

07.00

Bali, salah satu pulau yang ada di Indonesia dan terkenal sampai ke mancanegara. Sudahkah kamu ke sana?

Hai, apa kabar? Semoga selalu sehat dan lancar puasanya bagi yang menjalankan ya. Tumben saya berbicara tentang Bali, ada yang berpikir saya akan jalan-jalan di masa pandemi yang belum berakhir ini? Oh tentu saja tidak. Bagi saya yang uangnya pas-pasan, memutuskan bepergian saat ini belum memungkinkan apalagi ada syarat harus rapid test dan lain sebagainya. Daripada ribet, lebih baik di rumah dulu saja.

Lalu kenapa openingnya bahas Bali?

hadiah jalan jalan ke bali dari lomba blog

Saya masih ikut challenge BPN Ramadan 2021 dengan tema keempat yaitu Pencapaian Tertinggi di Hidupmu. Jika kemarin masih bicara Blog lewat Rumah Maya Yang Nyaman Dikunjungi, kali ini saya bercerita tentang kenyataan hidup. Semua itu masih ada hubungannya dengan Dunia Maya juga.

Saya mulai membuat Blog tahun 2010 dan baru benar-benar mengisinya di tahun 2011. Waktu itu, dunia Blogosphere yang betulan hanya suka-suka untuk saling berbagi dan berteman di Dunia Maya. Sungguh menyenangkan karena saya bisa kenal banyak orang dari berbagai daerah di Indonesia.

Dulu belum banyak kompetisi Blog dengan hadiah waw. Biasanya berupa giveaway yang hadiahnya buku atau barang lainnya. Bisa menang saja sudah cukup mewah. Dulu saya hampir tiap bulan bisa dapat hadiah terutama buku dan novel. Kurir bahkan sampai hapal tanpa perlu menghubungi saya.

Salah satu lomba yang saya ikuti dulu adalah menulis dengan tema yang diadakan Komunitas Anging Mammiri Makassar. Sebenarnya ini terbuka untuk umum. Makanya saya yang dari Jawa bisa ikutan.

Waktu itu niat saya ikut lomba agar bisa update blog karena kondisi tertentu saya agak kesulitan menulis seperti sebelumnya. Niat saya yang lain adalah mendapatkan buku. Dan tak tahunya saya dapat juara 1 dengan hadiah menginap di salah satu Penginapan selama 3 Hari 2 Malam dan jalan-jalan sehari di Bali.

Jujur saya kaget karena jadi juara pertama. Mana waktu itu sempat ada drama. Jadi saya agak kurang enak hati. Padahal sesuai nilai, saya yang tertinggi. Saya juga tidak kenal para jurinya. Rasanya beruntung sekali waktu itu.

Pengalaman Pertama Jalan-jalan ke Bali


hadiah lomba blog jalan jalan ke bali

Singkat cerita, akhir November 2013 saya berangkat ke Bali dengan naik bus. Perjalanan sampai Pelabuhan Bali kira-kira 16 jam. Itu belum sampai di lokasi Penginapan. Betul-betul pengalaman tak terlupakan. Bisa dibilang, ini adalah pencapaian tertinggi dalam hidup saya saat ini. Kenapa begitu?

Pertama karena jadi juara pertama di mana saat itu hadiah jalan-jalan di Bali termasuk sesuatu yang waw. Kalau sekarang mungkin tidak ada apa-apanya karena kompetisi Blog sudah banyak sponsornya. Bahkan tidak perlu kompetisi, undangan juga ada baik untuk menginap di hotel berbintang bahkan diberikan uang saku. Sudah beda kondisi ya.

Kedua adalah Bali, di mana orang luar saja lebih kenal pulau ini dari pada Indonesia. Saya pernah ngobrol dengan orang luar negeri dan dia bilang seperti itu. Rasanya jadi hadiah besar saat bisa menginjakkan kaki di sana.

Bukan hanya soal Bali-nya, tapi karena itu pengalaman pertama saya bepergian ke luar Jawa dan sendirian. Dulu jika ada wisata sekolah, saya sama sekali belum pernah ikut. Alasan utama karena uang. Alasan kedua karena saya mabuk darat. Dua hal itu adalah perpaduan yang sangat tidak menyenangkan.

Apa saat ke Bali, saya mendadak tidak mabuk?

Tentu saja tidak. Hampir sepanjang perjalanan saya mengalami mual dan muntah meski sudah minum obat. Bersyukurnya saat pulang, saya sama sekali tidak muntah. Mungkin karena itu pengalaman pertama jalan-jalan sangat jauh dan lama. Oh satu lagi, saya belum bertemu obat pencegah mual yang tepat. Sekarang sih alhamdulillah sudah, hehehe.

Dari Hadiah Jalan-Jalan Ke Bali dan pengalaman perjalanan sendirian, akhirnya membuka banyak hal. Yang utama adalah soal izin dari Orangtua. Ya, keluarga saya termasuk yang sangat khawatir soal perjalanan perempuan tanpa ada pengawasan apalagi saya orang desa dan tidak ada pengalaman. Bagaimana jika saya hilang? Bagaimana jika ada orang jahat? Namun saya bisa pulang dengan selamat tanpa kekurangan sesuatu apa pun.

Dari pengalaman itu, setelahnya saya bisa bepergian ke beberapa daerah tanpa khawatir izin dan lainnya. Bukan hadiah memang. Kadang memang liburan, kadang juga undangan atau sedikit pekerjaan. Intinya sih, saya bepergian memang ada tujuan, bukan ketemuan enggak jelas, jadi korban penculikan dan hal seram lainnya.

Mungkin pencapaian tertinggi saya dalam hidup adalah hal receh di hidup Kalian. Namun saya percaya, kadang tidak perlu hal waw untuk dikatakan sebagai pencapaian. Mari nikmati tiap prosesnya. Karena bukan tingginya pencapaian yang utama, tapi bagaimana kita mendapatkan pelajaran dalam tiap tangga, selangkah demi selangkah untuk mencapai hal tersebut. Bagaimana denganmu?

You Might Also Like

0 komentar