Drama Tetangga

07.00

Jarang kumpul sama Tetangga, sekalinya ke Tetangga lain, eh ternyata banyak dramanya. Siapa yang merasakan itu?

Tetangga adalah orang-orang yang tinggal, rumahnya berdekatan dengan kita. Tetangga itu bukan hanya 1-2 rumah yang bersebelahan, tapi lebih jauh. Adab bertetangga pun ada yang sayangnya banyak yang mungkin tidak melakukannya.

drama tetangga

Beberapa waktu terakhir, saya yang tinggal di sebelah utara mulai kumpul dengan Tetangga sebelah selatan. Dulu saya pikir Drama Tetangga hanya angin lalu di mana ada satu orang yang tidak disukai Tetangga lainnya dan sering bermasalah. Sebuat saja N. Sekarang saya menyaksikannya sendiri.

Drama Tetangga dimulai saat menuju acara piknik PKK. Voting untuk menentukan lokasi tujuan hanya dimenangkan satu kelompok. Si N ini termasuk yang kalah dan masih berdebat sampai akhir, kurang menerima.

Drama piknik masih berlanjut di mana diam-diam tidak ada yang mau satu bus dengan N. Dia akhirnya ikut voting untuk berada di bus mana. Saat hari keberangkatan, nyaris ditinggal karena dia sudah sangat terlambat untuk datang. Saat pulang pun, Orang-orang masih membicarakan N.

Drama lain terjadi saat pembagian giliran Maulid Nabi. Orang yang berada satu kelompok dengan N meminta untuk memindahkannya. Digabungkan dengan kelompok lain, eh N menolak. Akhirnya bergabung dengan satu kelompok yang kira-kira bisa mengatasi si N ini.

Setelah semua Drama Tetangga ini, lucunya saat ngumpul atau tak sengaja jalan bersama, mereka ngobrol seperti tidak ada apa-apa. Saya sampai berpikir, apakah seni bertetangga ini harus punya dua muka? Di belakang membicarakan, di depan baik-baik saja.

Saya pribadi karena masih single dan jarang berkumpul, tidak terlalu memusingkan apa kata orang. Sebisa mungkin saya jadi apa adanya. Tidak membicarakan orang, tidak mau jadi kompor juga. Saya akan tetap berbuat baik. Terserah mereka mau berbuat yang sama atau sebaliknya.

Drama Tetangga banyak sebabnya. Kadang hal sepele bisa jadi masalah besar. Namun sebisa mungkin, saya menghindarinya. Saya tak ingin anak-anak jadi bermusuhan juga karena masalah orang tua. 

Saya tahu saat sudah berumah tangga nanti, Drama Tetangga akan tetap ada bahkan mungkin akan lebih ganas. Semoga saya akan tetap bersikap yang sama, jauh lebih baik kalau bisa. Bagaimana dengan Kalian?

You Might Also Like

0 komentar