Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (9)

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (8)


***

Aku duduk sendiri di bangku taman. Aku tak tahu harus bagaimana. HP dan dompet, aku lupa membawanya karena terburu-buru mengejar Aldo. Aldo, tidakkah kau mencariku? Aku baru sadar, kenapa Aldo melarangku untuk tidak keluar terlalu jauh. Ini buktinya, aku belum tahu jalan di daerah ini. Kini aku hanya bisa berharap, Aldo mau mencariku dan tidak memarahiku.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (8)

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (7)


***

Tubuhku terasa hangat dan aku menikmatinya. Aldo pasti tak tega melihatku kedinginan, lalu dia memelukku. Ah akhirnya, aku bisa menaklukkannya. Perlahan aku mulai membuka mataku. Apa ini? Hanya sebuah selimut? Tidak ada pelukan dari Aldo?!

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (7)

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (6)


***

Aku memandangi Aster merah jambu yang ada di meja kamar. Sudah satu minggu ini aster itu menjadi saksi bisu perjanjian bodohku dengan Aldo. Aku berusaha merawatnya dengan baik. Aku tak ingin bunga ini cepat layu karena itu berarti peluangku untuk memiliki hati Aldo akan berakhir.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (6)

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (5)


***

Rumahnya kecil, hanya ada satu kamar, kamar mandi dekat dapur dan ruang tamu. Memang bukan rumah yang mewah, tapi aku sangat menyukainya. Dindingnya, penataannya, semuanya rapi. Aku dan Aldo hanya membersihkan beberapa barang yang sedikit berdebu.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (5)

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (4)


***

Pagi ini mentari cerah menyinari, hangat tapi tak sehangat hatiku saat ini. Sejak tadi malam, aku sudah mempersiapkan semua yang Aldo minta. Bajuku dan baju Aldo telah kumasukkan ke dalam koper. Tanda tanya besar masih bergelayut dihatiku. Apa yang sebenarnya terjadi?

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (3)

17.19

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (2)


***

Aku duduk di meja toko berhadapan dengan Om Leo, pelangganku. Sejak pertama ke toko, Om Leo selalu memborong kue. Om Leo cerita kalau kue itu dibagikan untuk karyawan kantornya. Aneh. Bukan aku tak suka. Hanya..., letak kantornya cukup jauh. Itu saja.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (2)

17.34

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (1)


***

Aku masih sibuk menata kue. Hari terlampau sibuk, pengunjung toko masih sepi. Tak hujan atau gerimis. Untunglah banjir sudah surut.

“Fara, kamu dapat undangan tuh dari Sinta.” ucap Nia, bosku.
Nia juga teman SMA-ku. Dia teman sekaligus bos yang baik.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (1)

08.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart


***

Pameran buku selalu ramai dan menjadi daya tarik tersendiri apa lagi jika yang mengadakan pameran adalah penerbit-penerbit terkenal. Setelah pulang dari toko kue, aku menyempatkan diri untuk mengunjungi pameran buku yang kebetulan sedang singgah di pusat kota.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart

20.21

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

***

Aku mengintip dari balik pintu ruang tamu. Apa yang ada di pikiranmu jika dua orang laki-laki duduk tanpa kata. Mereka seolah perang dingin. Yang satu memandang, menilai sementara yang satunya lagi seolah was-was dalam hati. Jangankan mereka, aku juga sama was-wasnya. Rasanya jantungku mau copot saja.