Insto Dry Eyes, Bekal Wajib Ojeker

09.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Pernah kepikiran enggak sih jadi Tukang Ojek? Saya, sama sekali tidak!

Saya adalah tipe anak rumahan. Kalau kerja tuh paling suka yang beraktifitas di dalam ruang. Bolehlah keluar tapi jarang-jarang saja. Tapi namanya kerja ya ada naik turunnya dan ternyata saya kebagian ke luar, beli ini lah, itu lah, panas-panasan. Sampai nih Mata Lelah banget karena habis ngerjain kerjaan ngadep komputer lalu jalan keluar naik motor.

Waktu berlalu dan saya resign. Nikmati banget deh kerja yang bisa di mana saja dan kapan saja. Karena kerjanya mengharuskan pakai internet, mau enggak mau mata natap terus sama layar smartphone atau komputer. Akibatnya Mata Pegel deh.


Nah sekitar dua tahun lalu, keponakan saya enggak mau tinggal di dekat sekolahnya. Masih dalam kota sih, tapi karena baru kelas 2 MTs, orangtuanya milih melanjutkan di sekolah lama sampai lulus daripada pindah. Biaya pindah dan lain-lain mending buat melanjutkan sekolah nanti kan. Karena alasan itulah, mau enggak mau akhirnya ambil jalan tengah dengan antar jemput selama sekolah.

Awalnya nih saya nyaranin dia buat naik angkutan umum saja saat pulang. Tapi karena jarang ada kendaraan umum yang lewat, dia jadi malas apalagi yang sering ngangkot adalah anak-anak perempuan. Anak laki-laki pada bawa kendaraan. Keponakan saya masih bocah, belum usia 17 tahun, bawa kendaraan sendiri jelas enggak diperbolehkan. Khawatir keselamatan apalagi jarak tempuh rumah sampai sekolah satu jam-an. Karena hal inilah, akhirnya saya yang terlihat nganggur terpaksa jadi Ojeker, jemput dia di sekolah dan sesekali ngantar juga.

Saya naik motor sudah biasa meski hanya di kota sendiri. Tapi jadi Ojeker memang beda. Dari nyiapin fisik, surat kendaraan, dan selama ini saya yang jadi pengendara ilegal, akhirnya buat SIM juga, hahaha.


Pertama-tama waktu mulai jemput sekolah, santai dong. Ngira-ngira berapa jarak tempuh rumah sampai sekolah versi saya yang naik motor dengan kecepatan siput. Sekitar 30-40 menit sekali jalan. Kalau pulang pergi berarti satu jam lebih. Masalahnya kondisi jalan ternyata jauh banget dari bayangan. Saya kira santai adem, tapi ternyata panas, berdebu, berasap, apalagi banyak kendaraan besar lewat.

Kalau bepergiannya sekali mungkin oke lah. Tapi ini kan setiap hari. Akibatnya Mata Sepet banget kalau habis naik motor. Waktu malam hari itu gatel, paginya kemerahan dan Mata Perih. Saya pun pergi ke Puskesmas buat tanyain hal ini.

Bu Dokter bilang, hal yang saya alami bisa jadi adalah Penyakit Mata Kering atau Keratoconjunctivitis sicca. Ini adalah kondisi di mana mata tidak dapat pelumasan yang memadai dari air mata dan membuat mata tidak bisa menghilangkan debu atau benda asing yang mengganggu.

Penyebab Mata Kering dan Solusinya


Apa sih penyebab Mata Kering?

Banyak sebenarnya, seperti:
  • Kekurangan Vitamin A
  • Produksi air mata berkurang karena usia
  • Perubahan hormon entah karena kehamilan, pil KB, bahkan menopause
  • Mata menguap, jarang berkedip karena angin, asap, atau terlalu lama membaca

Wanita sendiri lebih berisiko terkena Mata Kering lho. Makanya kita kudu tahu gelajanya yang antara lain: Mata Sepet, Mata Pegel, dan Mata Perih. Jika tanda-tanda itu muncul biasanya sih yang saya lakukan itu:

  • Berkendara memakai kacamata. Ini biar mata saya aman dari debu atau hewan-hewan kecil yang kadang beterbangan

  • Memakai Tetes Mata. Ini anjuran Bu Dokter juga. Katanya daripada pakai salep, lebih baik pakai tetes mata. Saya sendiri menjatuhkan pilihan pada Insto Dry Eyes. Saya dari dulu memang suka menggunakan Insto, biasanya yang Reguler. Karena sedang mengalami Mata Kering, saya ya pakai yang Dry Eyes sebab mengandung bahan aktif yang dapat mengatasi kekeringan pada mata dan dapat digunakan sebagai pelumas pada mata. Insto ini juga gampang dicarinya dan harganya juga terjangkau. Jadi bebas deh dari Keratoconjunctivitis sicca.
  • Istirahatkan mata dengan meluangkan waktu supaya tidak menatap layar atau membaca terus menerus. Biasanya sih saya memberi jeda. Jika main smatrphone 2 jam, istirahat sebentar dengan melihat pohon hijau.

Mata adalah jendela dunia. Jadi alangkah lebih baik kita menjaga mata ini, merawat agar tidak rusak. Ciptaan Tuhan, enggak ada yang gantiin lho! Meskipun sekarang saya sudah pensiun jadi Ojeker karena Keponakan sudah lulus, tapi saya tetap Pengendara motor dan kerjaan juga hobi natap layar. Jadi deh nyimpan Insto Dry Eyes itu wajib adanya karena risiko pekerjaan juga.

Kalian sendiri pernah kena Mata Kering juga? Punya solusi apa nih biar saya tambah tahu!

You Might Also Like

1 komentar

  1. uwaw perjuangannya keren

    iya, memang harus jaga mata saat berkendara
    pakai helm, kacanya harus ditutup. aku sih gitu, soalnya aku gak pake kacamata

    eh sekalinya buka helm, malah langsung kelilipan debu. jadilah aku pantang buka kaca helm, haha

    BalasHapus

You can call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com