Langit Musik

Langit Musik, Ketika Suara Mulai Bicara

22.11

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Dan kau bisikkan kata cinta
Dan kau percikkan rasa sayang....



Lagu itu membangunkanku. Bukan karena suara yang menyakitkan telinga, tapi justru sebaliknya. Kamu melirikku sekilas, lalu menatap penumpang lain. Sebagian melihatmu dengan antusias, menikmati hiburan darimu dan juga ukulele yang menemanimu. Kau menunduk, semua bersorak dan tepuk tangan. Kuambil dompet koinku. Ah harusnya bukan hanya koin. Ratusan ribu juga pantas untuk suara merdumu.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (3)

17.19

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (2)


***

Aku duduk di meja toko berhadapan dengan Om Leo, pelangganku. Sejak pertama ke toko, Om Leo selalu memborong kue. Om Leo cerita kalau kue itu dibagikan untuk karyawan kantornya. Aneh. Bukan aku tak suka. Hanya..., letak kantornya cukup jauh. Itu saja.

Aster in Your Heart

Aster in Your Heart (2)

17.34

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

****

Cerita sebelumnya: Aster in Your Heart (1)


***

Aku masih sibuk menata kue. Hari terlampau sibuk, pengunjung toko masih sepi. Tak hujan atau gerimis. Untunglah banjir sudah surut.

“Fara, kamu dapat undangan tuh dari Sinta.” ucap Nia, bosku.
Nia juga teman SMA-ku. Dia teman sekaligus bos yang baik.