Sari Konde

08.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

"Ibu ada rambut?"
"Ah Sari, ada nih. Tunggu sebentar ya,"

Kulihat plastik hitam yang sejak tadi kubawa. Berbagai macam rambut ada di sana. Rambut orang-orang yang baru kubeli untuk bahan konde. Seharian sudah berkeliling, tapi rambut yang kudapat belum mencukupi.

Masuk bulan April ini banyak sekali yang mulai order konde berbagai jenis ukuran. Katanya untuk peringatan Hari Kartini. Aku masih tak mengerti kenapa mereka sibuk berkonde untuk perayaan. Kenapa tak pakai jilbab saja? Bukannya sekarang sedang tren?

Kadang aku ingin mencoba. Bagaimana jika aku berkonde? Bagaimana juga jika aku berhijab? Ah, aku tak mau ambil pusing. Terserah mereka mau berkonde atau berhijab. Yang jelas, aku tak akan mendukung sejenisku memakainya. Mau jadi apa kami jika menjunjung konde dan hijab?

Lucu juga kondenya

"Sarianto, ini nih rambutnya. Gratis!"
"Bener, Bu?"
"Beneran!"

Bu Sukma pergi. Tumben sekali. Biasanya minta tambahan bayaran. Kuperiksa plastik dari Bu Sukma, kelihatannya banyak banget.

"Yah, Ibu! Ini kenapa banyak kutunya!"

***

Notes:
Kemarin masih pada ribut soal Sari Konde, hijab dan cadar. Kata saya, itu terserah mereka yang pakai. Saya tidak banyak komentar. Setahu saya, yang berhijab itu belum tentu kelakuannya baik dan yang berkonde belum tentu kelakuannya jelek. Hanya Tuhan yang tahu mana yang lebih baik. Dan jangan lupa tetaplah berbuat baik.

You Might Also Like

0 komentar

Call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com

isi Halaman