Surrogate Mother

07.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Bagaimanapun, Ibu tetaplah Ibu. Ini bukan kisah sedih. Ini hanya sebuah kilas balik dari drama kehidupan sebenarnya

Freepik

Surrogate Mother atau Ibu Pengganti. Saya tahu istilah ini pertama kali saat menonton film India Chori Chori Chupke Chupke. Waktu itu saya pikir ini kisah romantis meski kita tahu endingnya tidak seperti harapan. Memang mau berharap apa?


Film yang mengudara pada tahun 2001 ini bercerita tentang pasangan suami istri Raj dan Priya yang mencari Ibu Pengganti demi mendapatkan seorang anak. Awalnya Priya bisa hamil, tapi kemudian terjadi kecelakaan dan mengakibatkan dia tidak bisa mengandung lagi. Karena Raj adalah satu-satunya cucu di keluarga Malhotra, Priya ingin mendapatkan anak untuk melanjutkan keturunan keluarga tersebut.


Meski sempat menolak, akhirnya Raj mencari Wanita untuk menjadi Ibu dari anaknya. Singkat cerita, dia bertemu dengan Madhubala yang merupakan wanita penghibur. Madhu setuju untuk menjadi Ibu dari anak Raj dengan imbalan uang. Akhirnya mereka bertiga memutuskan tinggal di luar negeri untuk melancarkan rencana tersebut.

Dalam perjalanannya, Madhu jatuh hati pada Raj. Ketika Madhu tak ingin memberikan anaknya, Priya putus asa dan rela memberikan semua hal. Madhu ingin Raj dan dia akan memberi anaknya pada Priya. Apa Priya setuju? Tentu saja tidak! Saya pikir, orang gila mana yang mau memberikan suaminya? Yang lebih gila, orang macam apa yang mau dan mencari Surrogate Mother? Dunia memang gila.

Masih terbuai dengan keindahan semu, saya kembali menemukan drama Surogasi melalui Dil Se Dil Tak yang merupakan remake Chori Chori Chupke Chupke. Apa yang membedakan keduanya?


Drama yang tayang tahun 2017-2018 ini bercerita tentang Parth Bhanushali yang menikahi Shorvari tapi ditentang oleh keluarga karena alasan kasta. Keluarga akhirnya setuju setelah Shorvari diketahui hamil. Sayangnya, Shorvari keguguran. Akhirnya mereka mencari Ibu Pengganti dan bertemu dengan Teni, seorang gadis yang ingin menghasilkan uang dan pergi ke Amerika Serikat.

Jika Chori Chori Chupke Chupke mengandalkan pembuahan alami, maka Dil Se Dil Tak berhasil membuat hamil dengan cara inseminasi. Keduanya sama-sama Surogasi, hanya dengan metode yang berbeda.

Apa sih Surogasi itu?


Surogasi adalah perjanjian yang dilakukan oleh pasangan dengan seorang wanita. Dalam perjanjian dinyatakan bahwa wanita itu bersedia mengandung calon anak dengan atau tanpa imbalan tertentu. Di kalangan Hollywood hal ini sudah banyak dilakukan. Di Indonesia sendiri hal ini jelas dilarang karena bertentangan dengan agama juga.

Surogasi sendiri ada 2 jenisnya:
  • Surogasi Gestasional
Jenis ini, janin yang dikandung oleh Ibu Pengganti berasal dari sel telur Istri dan sel sperma suami. Biasanya menggunakan Fertilisasi In Vitro atau bayi tabung. Jadi si Ibu hanya dipinjam rahimnya.
  • Surogasi Tradisional
Jenis ini, si Ibu Pengganti punya andil buat donorkan sel telurnya. Sel telur surrogate mother nantinya dibuahi oleh sel sperma suami dari pasangan tersebut.

Kenapa sih tiba-tiba ngomongin Surrogate Mother?


Kemarin heboh gara-gara pasangan sesama jenis memutuskan untuk punya bayi. Ini bukan hal baru, tapi tetap saja ya rasanya tidak adil bagi seorang Ibu bahkan untuk psikologi anak itu sendiri. Bagaimana bisa? Saya pun tidak pernah terpikir untuk itu. Saya tidak mendukung LGBT, tapi tidak juga melarang. Tapi kalau sampai melakukan Surogasi, tentu ini menyakiti banyak perempuan yang ingin hamil dan juga punya anak sendiri.

Jika kamu menikahi dan mencintai saya dan ternyata kita belum diberi anak, maka mari kita tempuh dengan cara semampu kita. Kita juga bisa adopsi, itu lebih baik daripada Surogasi. Jika pun kita hanya ditakdirkan untuk tetap berdua, akankah kamu meninggalkan saya? Akad Kita Mengikat, di dunia dan akhirat. Tapi jika hanya adanya anak yang bisa mengikat, maka lebih baik kita tak terikat.

You Might Also Like

0 komentar

You can call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com