Kerja Lagi

07.00

Weekend dan postingan kali ini berjudul kerja lagi. Memang mau kerja di mana?

Sebenarnya sekarang saya masih jadi seorang freelance. Namun baru-baru ini entah mengapa saya mimpi kerja lagi di showroom furniture, tempat pertama saya bekerja. Dan ini sudah lebih dari dua kali saya memimpikannya. Kalau dilihat di mimpi, sebenarnya pegawainya masih sama. Saya, Mbak Lea, Mas Bambu. Namun kondisinya adalah waktu sekarang.

Kalau dibilang rindu, mungkin ada sedikit. Misalnya saja saat melayani orang luar negeri dengan bahasa Inggris saya yang seadanya. Sungguh itu jadi tantangan tersendiri. Bahkan dengan orang serumpun, Melayu misalnya, tetap saya harus mencerna lebih lama ketika berbicara.

pengalaman kerja di showroom furniture

Showroom furniture tempat saya bekerja berada di Sentral Patung Jepara, pas pojokan dekat mushola dan ada gang kecil di belakangnya. Ada 2 lantai di mana lantai bawah di kelilingi kaca. Lantai bawah dan atas dihubungkan dengan tangga kayu yang memutar dan cukup unik.

Di lantai bawah itu tempat memajang dagangan furniture dan kantor kami. Hanya tempat duduk dan seperangkat komputer sebenarnya. Lalu lantai atas ada satu ruangan yang digunakan untuk kantor Bos, kamar mandi, dan dapur. Oh iya, di lantai atas juga jadi tempat penyimpanan kardus kemasan dan stok barang-barang kecil.

Kalau boleh jujur, jika saya punya rumah kecil, saya juga mau yang sejenis showroom ini. Lantai bawah yang banyak kaca sehingga cahaya matahari bisa masuk. Lalu lantai atas untuk ruang pribadi tentunya.

Sebenarnya tugas ketika saya bekerja di Showroom ini cukup mudah. Saya hanya perlu bersih-bersih dan melayani pembeli. Jika ordernya besar, maka Mbak Lea yang akan membuat pesanan dan lainnya. Yang menjadi tantangan itu karena kebanyakan pembelinya dari luar negeri. Paling susah kalau mereka tidak membawa penerjemah. Dan ngomong-ngomong, Bos saya adalah Orang Korea Selatan bernama Mr. Kwon.

Walaupun bekerjanya hanya begitu-begitu saja, di tempat tersebut saya juga punya banyak kenangan indah. Pertemanan saya dengan 2 pegawai lain dan para pengrajin. Belajar Bahasa Korea meski hanya satu dua kata. Pernah juga diajak foto sama turis yang datang. Bisa dibilang pengalaman pertama kerja yang tak terlupakan.

Saya tidak tahu bagaimana Bos saya sekarang. Sesekali saya pernah lewat di depan showroom tapi saat itu tutup. Kondisinya kelihatan tak terawat. Teman saya Mbak Lea sudah menikah dan enggak lagi bekerja di sana. Saya tak paham apa setelah itu Mr. Kwon mendapatkan lagi pegawai kepercayaan seperti Mbak Lea atau tidak.

Jika ditawari untuk kerja lagi di sana, mau atau tidak?

Kalau untuk bekerja seperti dulu, mungkin saya akan menolak karena kondisi sekarang jelas tamu dari luar akan jarang datang, bahkan tidak ada. Jika pun showroom tersebut dibuat kantor lain, saya mungkin akan memikirkan lagi karena di sana adalah lingkungan industri yang 90% pasti berisik dengan suara mesin.

Mungkin ini hanya sebuah mimpi kerja lagi di showroom furniture. Mungkin saya sedang ingin berjumpa dengan mereka yang menjadi teman saya di sana selama hampir 2 tahun. Mungkin saja....

You Might Also Like

0 komentar