3 Hal Yang Disyukuri Saat Berpuasa di Tengah Pandemi

07.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih

Kita punya rencana, tapi rencana Tuhan lah yang terjadi. Pandemi adalah bukti kehendak Tuhan yang sama sekali tidak bisa kita prediksi. Semua hal berubah. Daripada mengeluh dan resah, mungkin saatnya kita berdamai dengan mensyukuri apa yang terjadi.


Minimal ada 3 hal yang saya syukuri meski harus puasa di tengah pandemi, antara lain:


  • Masih Bisa Bertemu Ramadan
Ini adalah hal yang diinginkan banyak orang. Saya pribadi sangat bersyukur karena masih diberikan umur dan bertemu bulan suci. Mbah saya saja enggak dapat karena akhir tahun lalu meninggal. Karena masih ada usia, baiknya kita memanfaatkan dengan melakukan hal baik.

  • Cobaan Datang Sebelum Pandemi
Hal yang saya syukuri lainnya adalah cobaan datang pada saya sebelum masa pandemi. Beberapa bulan lalu saya sempat kehilangan arah, resah, baik soal keuangan atau kehidupan. Di titik itu Tuhan menunjukkan kuasanya dan menjadikan saya lebih kuat menghadapi masalah.

Meski hidup biasa saja, saya merasa ini jauh lebih baik dibandingkan orang lain yang sampai kehilangan pekerjaannya saat pandemi ini. Saya bersyukur bisa bekerja di rumah, bisa makan dan lainnya. Roda memang berputar dan terjadi banyak titik balik dalam hidup.

  • Nikmat Kesehatan
Alhamdulillah kami masih diberikan kesehatan. Meski sempat terkena Tifus, tapi semua hal baik-baik saja.

Sebenarnya banyak hal yang patut saya syukuri seperti di kampung yang masih bisa melaksanakan solat Tarawih berjamaah bahkan tadarus di mushola. Di daerah lain yang terkena zona merah Covid-19 harus beribadah dari rumah. Banyak orang yang berusaha survive di tengah pandemi ini. Tak terhitung deh berapa banyak kenikmatan yang Tuhan berikan. Kita bisa bersyukur dengan banyak cara seperti rajin ibadah, sedekah juga membantu sesama.

Saya tahu keadaan ini sulit. Tapi mari kita berusaha tetap kuat, bersabar, berdoa, juga bersyukur. Tuhan itu menguji sesuai kemampuan kita. Jadi jangan berputus asa ya!

You Might Also Like

0 komentar

You can call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com