Fokus Virus, Eh Kena Tifus

07.00

Bismillaahirrahmaanirrahiim....

Puasa di Masa Covid-19 Minggu pertama saya sudah mendapatkan tantangan. Semua orang termasuk saya fokus pada virus. Eh tahunya malah kena tifus!

Saya termasuk orang yang jarang sakit parah. Paling sering itu kena batuk pilek apalagi saat puasa. Jadi ketika gejala sakit kepala datang dan ada sedikit pilek, saya masih santai saja karena menganggap itu hal biasa. Saya hanya minum jahe hangat dan tiduran, istirahat. Tapi berhubung puasa, saya pun akhirnya minum obat.


Badan saya terasa sakit. Kepala, duh jangan ditanya. Saat sore, malam sampai pagi saat sahur, badan saya demam. Sempat khawatir hal buruk terjadi. Saya juga menghitung kapan terakhir kali keluar rumah. Akhirnya di hari ketiga demam, saya pun pergi ke dokter. Ketika dicek, suhu saya berada di 37,6°C. Dokter memberi saya obat penurun panas. Tapi dari semua gejalanya, hal yang saya alami menuju pada demam tifoid atau tipes.

Freepik

Tifus (tipes) atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terontaminasi. Perasaan saya sih sudah lumayan hidup bersih. Buah atau sayuran selalu dicuci. Cuci tangan? Ya tidak boleh ketinggalan. Tapi tetap saja itu bakteri datang menyerang.

Gelaja yang saya alami:

  • Sakit pada badan, sendi. Yang saya rasa itu sebelum puasa memang sudah pegal yang berbeda tidak seperti saat PMS
  • Sakit kepala, apalagi bagian belakang
  • Perut tidak nyaman, nafsu makan kurang bahkan mual dan muntah
  • Lelah dan lemas
  • Demam yang dialami antara sore sampai pagi lalu hilang
  • Jika tidak demam, maka berkeringat secara berlebihan

Saya beruntung karena masih gejala awal dan segera ditangani. Pertama ya ke Dokter. Lalu perawatan di rumah dengan mengkonsumsi makanan bergizi. Jangan lupa minum banyak air putih agar tidak dehidrasi. Sebenarnya ini PR banget karena lidah saya rasanya pahit. Tapi saya paksa terus untuk minum. Makan juga tidak bisa langsung banyak karena akan muntah. Jadi tetap ambil makan 3 kali yaitu waktu berbuka, sebelum tidur dan saat sahur. Iya, meski kondisi sakit, saya masih puasa karena merasa mampu menjalaninya. Satu hari saja saya batal karena pusing dan demam saat pagi sampai siang.

Tifus ini masih bisa kambuh dan jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan banyak masalah. Jadi saya tidak diet dulu karena untuk masa penyembuhan itu butuh kalori yang tinggi. Oh iya, Ibu saya juga membuatkan minuman dari Cacing Tanah, Jahe, Serai dan gula merah. Cacing dipercaya ampuh mengobati tifus. Tapi dari dokter belum punya bukti. Cuma, Cacing memang banyak vitaminnya. Ya namanya juga usaha buat sembuh, hehehe.

Kalian sendiri di masa ini lancar puasanya? Atau ada yang sakit seperti saya? Feel free to share ya! Tetap jaga kesehatan untuk semua!

You Might Also Like

0 komentar

You can call me Pu |@perempuanunik | unikperempuan@gmail.com